Retas Sejarah

Items
Berita

* “Gali” dengan Kategori Pelajar/Mahasiswa Tercatat 30 Orang

Kriminalitas di daerah Yogyakarta menurun drastis setelah pelaksanaan operasi penanggulangan kejahatan yang sampai sekarang sudah memasuki minggu keempat. Angka perampokan, penodongan dan pemerasan menunjukkan “nihil” pada bulan April, sedang jambret dan pencurian kendaraan bermotor hanya terjadi masing-masing sekali dan dua kali selama April sampai tanggal 23.

“Kriminalitas di Yogya Menurun Drastis”, Kompas, 25 April 1983, h. 1, V

Read More

Operasi penumpang kejahatan yang dilaksanakan Kodak IX/Jawa Tengah beserta jajarannya selama empat bulan (Januari-April) ini berhasil menangkap 40 tersangka pelaku kejahatan. Tiga puluh orang di antaranya tewas, 7 luka berat dan 3 luka ringan.

“Angka Kejahatan di Jateng Menurun”, Kompas, 25 April 1983, h. 8

Read More

Penjaga malam Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sabtu pagi menjadi korban keganasan perampok. Murwodihardjo (53 tahun) ditemukan tewas dibunuh di depan garasi mobil, tempat ia berjaga sehari-hari.

“Penjaga Malam Kampus Bulaksumur Tewas Terbunuh”, Kompas, 17 April, 1983, h. 1, XII

Read More

Saya ingin ikut nimbrung ngomong soal gali yang akhir-akhir ini menjadi hangat. Di kota Weleri, Kabupaten Kendal, kehadiran gali ini sudah lama ada, yang meskipun meresahkan tetapi lama-kelamaan jadi agak “biasa” juga. Masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa. Lapor polisi? Selain takut ancaman juga percuma saja, karena merekapun agaknya sudah saling mengenal. Maklum di kota kecil.

“Gali, Mafia Indonesia”, Kompas, 22 April 1983, h. 4

Read More

Tiga penduduk Yogyakarta Kamis siang mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Mereka merasa terancam akibat operasi pemberantasan “gali” yang dilancarkan Garnisun Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiga orang itu diterima Direktur LBH. AR Saleh SH di ruang kerjanya.

“Tiga Penduduk Yogya Mengadu Ke LBH Jakarta”, Kompas, 8 April 1983, h. 3

Read More

Operasi gabungan pemberantasan kejahatan yang sedang dilancarkan di daerah Yogyakarta tak penah akan dihentikan. Pengejaran kepada para “gali” bakal terus dilakukan hingga warga masyarakat hilang keresahannya.

“Gebrakan di Yogyakarta akan Dilanjutkan Terus”, Kompas, 15 April 1983, h. 1, 9

Read More

Pangkopkamtib Laksamana TNI Sudomo mengemukakan, selama Operasi Clurit berlangsung 43 orang pelaku kejahatan telah ditembak karena mereka melawan dan berusaha melarikan diri ketika ditangkap. Dari jumlah itu enan orang mati dan lainnya luka2.

“43 Orang Pelaku Kejahatan Ditembak, 6 Diantaranya Mati & Luka2”, Bernas, 17 Maret 1983

Read More

Dalam menangani masalah “Gali” (Gabungan anak-anak liar) yang menjadi pusat perhatian petugas keamanan di Yogyakarta, bukan hanya menyangkut aspek keamanan saja, tapi juga aspek sosial lainnya. Demikian Wakil Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan (F-KP) Oka Mahendra menanggapai permasalahan “Gali” di Yogyakarta, kemarin siang.

“Oka Mahendra SH: Masalah ‘Gali’, Sedikitnya Ada Empat Aspek Harus Diperhatikan”, Kompas, 16 April 1983, h. 9

Read More