Retas Sejarah

Items
Indeks / "Komnas HAM"

Peristiwa penembakan misterius yang terjadi pada 1982 – 1985 yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan di luar proses hukum (extra judicial killing), penyiksaan, dan penghilangan orang secara paksa, dikategorikan sebagai bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat. Peristiwa ini ditanggapi oleh Komnas HAM dengan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yaitu pengkajian yaitu dengan membentuk Tim Pengkajian Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat Oleh Soeharto, di mana salah satu isu yang dikaji adalah Peristiwa Penembakan Misterius yang terjadi pada 1981-1985. Hasil kajian ini dibahas lebih lanjut di dalam Sidang Paripurna Komnas HAM yang memutuskan membentuk Tim Pendalaman Hasil Pengkajian tersebut. Pada 2008 Komnas HAM kembali membahas hasil pengkajian dan pendalaman tim sebelumnya, dan memutuskan untuk membentuk Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Penembakan Misterius Periode 1982-1985.

Read More

After a three-year investigation and testimonies from 349 witnesses, Indonesia’s National Human Rights Commission (Komnas HAM) has declared that the systematic prosecution of alleged members of the Indonesian Communist Party (PKI) when former president Suharto and the military seized power in 1965 constituted gross human rights violations. It urged that the military officers involved be brought to trial.

Read More

Sumardi, 44, a Karawang resident says the days when Karawang villagers repeatedly found bodies from the penembakan misterius (mysterious shootings), or Petrus, in the area of Citarum River, Karawang, West Java, remain fresh in his memory.

“I remember it was 1984, and I was 16. We found bodies floating in Citarum River maybe once every two days, some of them had tattoos, some had no tattoos at all,” he said.

Read More

The National Commission on Human Rights (Komnas HAM) announced on Tuesday that the summary execution-style killings between 1982 and 1985, known locally as penembakan misterius (mysterious shootings), or Petrus, were a gross violation of human rights as they involved systematic extra-judicial killing, torture and abduction.

Read More

Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Yosep Adi Prasetyo mengatakan jumlah korban dari peristiwa penembakan misterius tahun 1982 sampai 1985 mencapai 10 ribu orang.

Data tersebut ia kutip dari penelitian David Bourchier yang berjudul “Crime, Law, and State Authority in Indonesia” pada 1990, yang diterjemahkan oleh Arief Budiman. Sedangkan dari pengaduan yang diterima oleh Komnas HAM, jumlah korban mencapai 2.000 orang lebih.

Read More