Retas Sejarah

Items
Indeks / "M. Hasbi"

Kepada yang bersikeras meyakini Orde Baru adalah pemerintah terbaik sepanjang sejarah, simaklah apa yang terjadi di sekitar berlangsungnya gerhana matahari total (GMT) pada 11 Juni 1983. Dalam peristiwa alam yang begitu menakjubkan itu, Orde Baru memperlihatkan dirinya dengan terus terang: rezim teror.

Orde Baru menyiapkan diri dengan sangat serius untuk menyambut GMT yang sangat dinantikan dunia itu. Di akhir tahun sempat muncul perkiraan akan ada satu juta lebih orang asing yang akan datang ke Indonesia khusus untuk menyaksikan GMT, baik para peneliti hingga turis biasa.

Untuk menyukseskan hajat istimewa itulah, muncul operasi yang kelak masyhur dengan sebutan “penembakan misterius” atau petrus: eksekusi mati (tanpa pengadilan) kepada mereka yang ditengarai sebagai preman, bromocorah, gali, begal, jegger–kebanyakan di antaranya dicirikan oleh, atau disederhanakan cirinya, tatto di tubuh.

Read More

* “Gali” dengan Kategori Pelajar/Mahasiswa Tercatat 30 Orang

Kriminalitas di daerah Yogyakarta menurun drastis setelah pelaksanaan operasi penanggulangan kejahatan yang sampai sekarang sudah memasuki minggu keempat. Angka perampokan, penodongan dan pemerasan menunjukkan “nihil” pada bulan April, sedang jambret dan pencurian kendaraan bermotor hanya terjadi masing-masing sekali dan dua kali selama April sampai tanggal 23.

“Kriminalitas di Yogya Menurun Drastis”, Kompas, 25 April 1983, h. 1, V

Read More

Tiga penduduk Yogyakarta Kamis siang mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Mereka merasa terancam akibat operasi pemberantasan “gali” yang dilancarkan Garnisun Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiga orang itu diterima Direktur LBH. AR Saleh SH di ruang kerjanya.

“Tiga Penduduk Yogya Mengadu Ke LBH Jakarta”, Kompas, 8 April 1983, h. 3

Read More

Operasi gabungan pemberantasan kejahatan yang sedang dilancarkan di daerah Yogyakarta tak penah akan dihentikan. Pengejaran kepada para “gali” bakal terus dilakukan hingga warga masyarakat hilang keresahannya.

“Gebrakan di Yogyakarta akan Dilanjutkan Terus”, Kompas, 15 April 1983, h. 1, 9

Read More

Tiga penduduk Yogyakarta yang minta perlindungan hukum kepada LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta hingga Rabu malam belum berhasil menjumpai Dandim 0734 Letkol M. Hasbi di Yogyakarta. Mereka berangkat dari Jakarta. Mereka berangkat dari Jakarta Selasa petang, diantar oleh anggota LBH Maqdir Ismail SH.

“Belum Berhasil Menyerahkan Diri”, Kompas, 14 April 1983, h. 9

Read More

Tiga penduduk Yogyakarta yang “mengungsi” ke Jakarta dan minta nasihat LBH karena merasa tidak tenteram di kampung halamannya sendiri, Selasa petang pulang diantar anggota LBH Jakarta, Maqdir Ismail SH.

“Tiga Orang Bekas ‘Gali’ Kembali Ke Yogyakarta”, Kompas, 13 April 1983, h. 3

Read More

Masyarakat Yogyakarta diharap tenang. Para petugas ABRI dijamin akan senantiasa bertindak cermat serta mengevaluasi dengan seksama segala informasi, sebelum melancarkan operasi. Jaminan ini dikemukakan Dandim 0734 Yogyakarta, Letkol CZI M. Hasbi kepada Kompas Selasa siang. “Pokoknya, operasi pembersihan hanya kami lancarkan terhadap mereka yang terbukti bersalah. Warga masyarakat lain, saya jamin, tak bakal terkena tindakan,” kata Hasbi.

“Lima Anggota ‘Gali’ Tewas Tertembak di Yogya”, Kompas, 6 April 1983, h. IX

Read More