Retas Sejarah

Items
Index / Penembakan Misterius

Peristiwa penembakan misterius yang terjadi pada 1982 – 1985 yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan di luar proses hukum (extra judicial killing), penyiksaan, dan penghilangan orang secara paksa, dikategorikan sebagai bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat. Peristiwa ini ditanggapi oleh Komnas HAM dengan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yaitu pengkajian yaitu dengan membentuk Tim Pengkajian Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat Oleh Soeharto, di mana salah satu isu yang dikaji adalah Peristiwa Penembakan Misterius yang terjadi pada 1981-1985. Hasil kajian ini dibahas lebih lanjut di dalam Sidang Paripurna Komnas HAM yang memutuskan membentuk Tim Pendalaman Hasil Pengkajian tersebut. Pada 2008 Komnas HAM kembali membahas hasil pengkajian dan pendalaman tim sebelumnya, dan memutuskan untuk membentuk Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa Penembakan Misterius Periode 1982-1985.

Read More

Sebuah karung hanyut berbau busuk mengambang di sungai Ciliwung di Jakarta Utara, Kamis sore pekan lalu. Segera orang pun berkerumun di pinggir kali, di depan kompleks Akademi Ilmu Pelayaran di dekat masjid. Bisik-bisik cepat menjalar: “Mayat korban penembak misterius”.

“Ada Dor, Ada Ya, Ada Tidak”, Tempo, 8 Agustus 1983, h. 12-16

Read More

Sumardi, 44, a Karawang resident says the days when Karawang villagers repeatedly found bodies from the penembakan misterius (mysterious shootings), or Petrus, in the area of Citarum River, Karawang, West Java, remain fresh in his memory.

“I remember it was 1984, and I was 16. We found bodies floating in Citarum River maybe once every two days, some of them had tattoos, some had no tattoos at all,” he said.

Read More

Tato di rezim Orde Baru, tahun 1980-1985 diidentikan dengan preman. Kala itu, ada istilah penembak misterius atau petrus yang bertugas membersihkan para preman-preman. Tanpa ampun, mereka yang dicap sebagai penjahat menjadi sasaran pembunuhan.

Operasi bersih-bersih ini hampir dilakukan di seluruh daerah. Komnas HAM mencatat ada 2.000 korban selama petrus bergentayangan. Tahun 2012, Komnas HAM menyimpulkan petrus adalah pelanggaran HAM berat. Hingga kini siapa para petrus itu masih jadi misteri.

Read More