Retas Sejarah

Items
Index / Sejarah Lisan

Mengapa Sejarah Sosial Penting

Sejarah yang telah kita pelajari di sekolah selalu fokus pada sejarah politik. Misalnya, pembentukan kerajaan atau negara, pergantian penguasa, sistem dan susunan pemerintahan, ekspansi (ekonomi dan pendudukan) ke luar negeri, serta hubungan resmi diplomatik antar negara dan sebagainya. Topik pembahasan mengenai ekonomi selalu berorientasi pada ekonomi makro. Sementara aspek sosial yang dipandang dari perspektif rakyat biasa di tingkat akar rumput hampir bisa dikatakan tidak ada.

Read More

Bagi para peneliti yang mengkaji sejarah Indonesia saat ini, sejarah lisan menawarkan banyak harapan. Sejarah lisan tampak sebagai sebuah metode untuk menggali pengalaman orang biasa, mengatasi keterbatasan dokumen-dokumen tertulis yang tidak banyak dan sering tidak terawat. Sejarah lisan dapat pula menyoroti beberapa episode sejarah yang gelap dan misterius, seperti pembantaian massal 1965-66. Sejak jatuhnya Soeharto pada Mei 1998, sejumlah individu dan organisasi telah melakukan penelitian sejarah lisan mengenai bermacam-macam topik, dari sejarah komunitas kelas buruh hingga kerusuhan di daerah perkotaan yang terjadi pada saat jatuhnya Soeharto. Tidak diragukan lagi minat baru terhadap kisah-kisah pribadi ini merupakan perkembangan yang sehat bagi penulisan sejarahIndonesia, yang masih dihinggapi obsesi positivis akan obyektivitas dan keterpukauan pada sejarah politik pemerintah pusat (yang bisa disebut sebagai pendekatan istana-sentris). Sekarang sudah semakin biasa kita mendengar peneliti berbicara tentang menemukan kembali suara korban kekerasan, suara kaum miskin, dan suara orang kecil atau mereka yang dipinggirkan (subaltern). Meski wawancara lisan dengan kaum elit politik jelas masih diperlukan untuk memahami lebih baik kejadian-kejadian tertentu yang terjadi setelah kemerdekaan, janji lebih besar yang ditawarkan sejarah lisan di Indonesia dewasa ini adalah rangsangan untuk menulis sejarah sosial.

Read More