Retas Sejarah

Items
Index / Tato

Kepada yang bersikeras meyakini Orde Baru adalah pemerintah terbaik sepanjang sejarah, simaklah apa yang terjadi di sekitar berlangsungnya gerhana matahari total (GMT) pada 11 Juni 1983. Dalam peristiwa alam yang begitu menakjubkan itu, Orde Baru memperlihatkan dirinya dengan terus terang: rezim teror.

Orde Baru menyiapkan diri dengan sangat serius untuk menyambut GMT yang sangat dinantikan dunia itu. Di akhir tahun sempat muncul perkiraan akan ada satu juta lebih orang asing yang akan datang ke Indonesia khusus untuk menyaksikan GMT, baik para peneliti hingga turis biasa.

Untuk menyukseskan hajat istimewa itulah, muncul operasi yang kelak masyhur dengan sebutan “penembakan misterius” atau petrus: eksekusi mati (tanpa pengadilan) kepada mereka yang ditengarai sebagai preman, bromocorah, gali, begal, jegger–kebanyakan di antaranya dicirikan oleh, atau disederhanakan cirinya, tatto di tubuh.

Read More

Tato di rezim Orde Baru, tahun 1980-1985 diidentikan dengan preman. Kala itu, ada istilah penembak misterius atau petrus yang bertugas membersihkan para preman-preman. Tanpa ampun, mereka yang dicap sebagai penjahat menjadi sasaran pembunuhan.

Operasi bersih-bersih ini hampir dilakukan di seluruh daerah. Komnas HAM mencatat ada 2.000 korban selama petrus bergentayangan. Tahun 2012, Komnas HAM menyimpulkan petrus adalah pelanggaran HAM berat. Hingga kini siapa para petrus itu masih jadi misteri.

Read More