Retas Sejarah

Items
Indeks / "Yogyakarta"

Naskah sandiwara karya Noor WA (selesai ditulis pada 4 Maret 1986). Berlatar peristiwa Petrus, Megatruh berpusat pada kehidupan Sandrek, seorang “tukang peres, tukang todong, tukang pukul”.

[…] Cokro Gandrung: Maksudnya anu, Ndrek. Tadi pagi ada beberapa temanmu yang kemari mencarimu. Mereka bilang, keadaan sudah semakin gawat. Tiap hari pasti ada diantara kalian yang di dor.  Jadi… jadi kami mengkhawatirkan dirimu, Ndrek. Kami tidak ingin kamu juga…

Sendrek: Ooooo, itu? Pak Dhe dan kalian semua. Saya berterimakasih sekali atas perhatian kalian. Tetapi, seperti kata kang Giman tadi, bahwa mati itu bermacam-macam penyebabnya, jadi kalau saya harus mati di dalam karung yaaa ndak apa. Ndak beda kok mati di dor atau mati di kasur. Hehehehe…

Read More

Since the economic crisis started in 1997, an increasing number of people in Indonesia are thrown into the harsh reality of joblessness. The younger generation is most severely affected by the lack of employment or pertinent possibilities of income generation, and identity creation. More than 40 million people are without a reliable income from employment in Indonesia today, most of them young and male, having nothing to sell but their own muscles. Rates of criminality have increased, not least as a consequence of weakened state and police power since the fall of Soeharto’s authoritarian regime in 1998.

Read More

Para bekas “gali” di daerah Yogyakarta yang sudah melaporkan diri, menurut pemeriksaan lanjutan ternyata pernah melakukan tindakan kriminal berangsur dikirim ke Kores Kepolisian Kowil 96 Yogyakarta untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bekas ‘Gali’ DIY Berangsur Diserahkan ke Polisi”, Kompas, 22 April 1983, h. 8

Read More

Pengembangan penanggulangan kejahatan yang diawali di Kodim 0734 Yogyakarta bulan Maret lalu, yang dilanjutkan ke daerah-daerah lain di wilayah Kowilhan II Jawa-Madura, sebaiknya diikuti dengan operasi pembinaan terpadu.

“Operasi Penanggulangan Kejahatan Sebaiknya Diikuti Pembinaan”, Kompas, 30 April 1983, h. 12

Read More

* “Gali” dengan Kategori Pelajar/Mahasiswa Tercatat 30 Orang

Kriminalitas di daerah Yogyakarta menurun drastis setelah pelaksanaan operasi penanggulangan kejahatan yang sampai sekarang sudah memasuki minggu keempat. Angka perampokan, penodongan dan pemerasan menunjukkan “nihil” pada bulan April, sedang jambret dan pencurian kendaraan bermotor hanya terjadi masing-masing sekali dan dua kali selama April sampai tanggal 23.

“Kriminalitas di Yogya Menurun Drastis”, Kompas, 25 April 1983, h. 1, V

Read More

Operasi penumpang kejahatan yang dilaksanakan Kodak IX/Jawa Tengah beserta jajarannya selama empat bulan (Januari-April) ini berhasil menangkap 40 tersangka pelaku kejahatan. Tiga puluh orang di antaranya tewas, 7 luka berat dan 3 luka ringan.

“Angka Kejahatan di Jateng Menurun”, Kompas, 25 April 1983, h. 8

Read More

Penjaga malam Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sabtu pagi menjadi korban keganasan perampok. Murwodihardjo (53 tahun) ditemukan tewas dibunuh di depan garasi mobil, tempat ia berjaga sehari-hari.

“Penjaga Malam Kampus Bulaksumur Tewas Terbunuh”, Kompas, 17 April, 1983, h. 1, XII

Read More

Tiga penduduk Yogyakarta Kamis siang mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Mereka merasa terancam akibat operasi pemberantasan “gali” yang dilancarkan Garnisun Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiga orang itu diterima Direktur LBH. AR Saleh SH di ruang kerjanya.

“Tiga Penduduk Yogya Mengadu Ke LBH Jakarta”, Kompas, 8 April 1983, h. 3

Read More