Retas Sejarah

Items
Index / Yosep Adi Prasetyo

Kasus-kasus penembakan misterius (petrus) pada 1982-1985 silam kini jadi bahan pembicaraan lagi. Pekan lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan ada pelanggaran HAM berat dalam pembunuhan sistematis atas para preman dan orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan.

“Temuan ini sudah kami serahkan ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti,” kata Ketua Tim Adhoc Penyelidik Pelanggaran HAM dalam kasus Petrus, Stanley Adi Prasetyo.

Read More

After a three-year investigation and testimonies from 349 witnesses, Indonesia’s National Human Rights Commission (Komnas HAM) has declared that the systematic prosecution of alleged members of the Indonesian Communist Party (PKI) when former president Suharto and the military seized power in 1965 constituted gross human rights violations. It urged that the military officers involved be brought to trial.

Read More

Sumardi, 44, a Karawang resident says the days when Karawang villagers repeatedly found bodies from the penembakan misterius (mysterious shootings), or Petrus, in the area of Citarum River, Karawang, West Java, remain fresh in his memory.

“I remember it was 1984, and I was 16. We found bodies floating in Citarum River maybe once every two days, some of them had tattoos, some had no tattoos at all,” he said.

Read More

Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Yosep Adi Prasetyo mengatakan jumlah korban dari peristiwa penembakan misterius tahun 1982 sampai 1985 mencapai 10 ribu orang.

Data tersebut ia kutip dari penelitian David Bourchier yang berjudul “Crime, Law, and State Authority in Indonesia” pada 1990, yang diterjemahkan oleh Arief Budiman. Sedangkan dari pengaduan yang diterima oleh Komnas HAM, jumlah korban mencapai 2.000 orang lebih.

Read More